MENULIS SEBAGAI PASSION

CHAPTER 2.  
MENULIS SEBAGAI PASSION

Passion dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kegemaran, gairah, keinginan yang besar, semangat, emosi, kemarahan, artinya ada di dalam diri kita untuk melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan ketika kita tidak melakukan kegemaran, keinginan tersebut ada yang rasanya hilang dalam diri kita. Bersama seorang penggiat literasi, editor sekaligus motivator yang sangat dikenal dalam Dunia Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd., pada kegiatan Kelas Menulis yang ke-30 pertemuan kedua, 19 Oktober 2023, menyampaikan pentingnya kita menulis sebagai passion agar dapat menorehkan sejarah pada generasi yang akan datang. Generasi yang semakin berkompetisi, kita pun sebagai guru harus mendidik dan mengajar sesuai zamannya. Mulai dari generasi Baby Boomers, X, Y, Z, Millenial,  dan Alpha. Saat ini kita sudah terbiasa setiap waktu membaca dan menulis dalam genggaman (gadget). Dapat kita perhatikan anak-anak, remaja, tua muda, semua pada sibuk dengan gadget masing-masing. Anak-anak remaja pun mempunyai ide kreatif dengan beragam bahasa keren atau sering disebut oleh mereka bahasa gaul. Artinya kegiatan membaca dan menulis itu telah dilakukan oleh kita semua, hanya saja kita tidak terampil mengelola ide kreatif yang ada dalam  memori kita untuk segera dibuat sebuah tulisan yang indah dan menarik. Kita lebih banyak beralas dengan berbagai kesibukan. Dari hari ke hari berlanjut ke minggu, dan bulan, ide kreatif itu akan hilang begitu saja tidak ada jejak rekam, yang suatu saat nanti dapat dibaca kembali sebagai kenangan dan kesenangan atau memanfaatkan waktu istirahat membaca kembali diary kita yang sudah dikemas menjadi sebuah buku.  Waktu sering terabaikan dengan berbagai kesibukan. Berbeda dengan seseorang yang mempunyai keinginan, semangat, dan motivasi yang tinggi apapun kesibukan, gagasan dan ide kreatif yang muncul pada saat itu, segera terampil jari-jemari menari di atas keyboard atau gadget dikemas dalam sebuah tulisan dan tulisan tersebut menjadi banyak manfaat serta inspirasi untuk orang lain. Itulah sebuah passion dalam menulis, punya keinginan yang cukup besar, ada rasa cinta dalam melakukan kegiatan menulis  sampai pada tujuan yang diharapkan.  

Menggali Potensi 
Sambut dengan jreng-jreng-jreng. Ayo mandiri berikhtiar mencari modal, Selamat berbagi dengan Ibu Kanjeng, Buktikan diri menjadi penulis andal. Demikian sekilas pantun  dari Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd., yang lebih dikenal dengan nama Ibu Ratu Kanjeng sebagai narasumber  pada pertemuan kedua KBMN PGRI gelombang ke-30 dan didampingi Ibu cantik arek dari Kota Malang, Ibu Widya Arema. Pantun bersaut disambut oleh ibu moderator Widya Arema. Beli benang tenun lah kain, Kain dijahit jadilah kebaya, Sungguh senang bergabung di KBMN, Makin banyak teman di Indonesia. Ibu Kanjeng memulai memaparkan materi, setiap slide ditayangkan pada whatsapp grup KBMN Gelombang ke-30, 19 Oktober 2023.  Paparan materi yang disampaikan Ibu Kanjeng membuat  para peserta semakin fokus menyimak dan semangat mendengarkan sehingga para peserta sangat termotivasi penuh semangat. 
Beliau menyampaikan bahwa Proses yang sangat penting dalam mengembangkan passion adalah menggali potensi di mulai pada diri setiap individu. Setiap individu memiliki kecakapan literasi menulis. Menulislah dari hal yang sangat sederhana dan dilakukan menjadi sebuah kebiasaan kemudian lakukanlah secara kontinu dan terus menerus tanpa mengharap imbalan, tetapi menjadi suatu kegiatan rutin yang menyenangkan. Disamping itu kita harus memperluas wawasan dengan banyak membaca karya orang lain. Dengan banyak membaca karya orang lain, kita akan menemukan gaya kepenulisan yang menjadi acuan kita untuk menentukan genre apa yang kita sukai. Hindarilah sikap pesimis  yang menganggap diri kita tidak berbakat, tidak memiliki ide, tidak memiliki waktu, tidak senang  menulis, dan tidak senang dikritik. Menulis bukan karena bakat, tetapi menulis itu adalah suatu pembiasaan diri yang dilakukan secara konsisten sehingga kita menjadi terampil dalam menulis. Kumpulan tulisan-tulisan kita akan menjadi sebuah karya yang menggembirakan. Ibu Kanjeng menegaskan kepada seluruh peserta KBMN PGRI gelombang ke-30, “Menulis itu sangatlah mudah, siapapun dapat menjadi penulis asalkan mau belajar dan berlatih”. 

Persiapan Dalam Menulis
Kita memang terlalu  banyak beralas dan terjebak pada rutinitas kinerja setiap hari yang tidak ada batas waktu sehingga menulis pun tidak menjadi sebuah kebutuhan. Mari kita mengupgrade mindset sebagai trik jitu dan tidak pernah lelah untuk memulai. Umur tidak menjadi sindrom, tetapi ayo kita persiapkan diri dengan rasa cinta, bangga, dan penuh kegembiraan ingin berkarya, cerdas dalam kecakapan literasi menulis. Pesan dari Ibu Ratu Kanjeng, kuncinya adalah jangan takut untuk memulai. Mulailah dari hal sederhana, menggali dan menemukan ide, menentukan tujuan yang hendak dicapai, genre dan segmen yang disukai para pembaca, menentukan topik yang menarik, membuat outline, dan mengumpulkan referensi. Pengalaman dari Ibu Kanjeng Ratu bahwa beliau menyukai membaca dan menulis cerita semenjak kecil, beliau baru fokus menulis semenjak tahun 2018. Karya -karya beliau sangat luar biasa ingin berbagi manfaat kepada siapapun yang membutuhkan sehingga orang lain ikut tersenyum bahagia dan berpikir cerdas memperoleh wawasan dan informasi baru. Menulis itu butuh kesabaran, tulislah semampu yang kita dapat lakukan dan tidak harus menunggu sempurna serta idealis,  agar apa yang kita tulis membuahkan hasil menjadi branding dan gairah hidup yang menyenangkan. Kegemaran menulis membuat ide-ide yang ada di memori kita mengalir secara alami.  Berkat latihan, ketekunan, dan kerja keras, siapapun akan menjadi penulis yang baik dan sukses. Demikianlah pencerahan dari seorang motivator handal ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. Pengalaman beliau menulis telah menjadi teladan dan sumber referensi kepada siapapun yang membutuhkan dan yang ingin belajar menulis secara terampil, termasuk saya sebagai pembelajar yang tetap semangat ingin berlatih dan terus belajar, belajar, dan memiliki karya seperti Bapak Ibu Hebat  KBMN PGRI yang selalu eksis dengan ide-ide cemerlang. Terima kasih Ibu Kanjeng Ratu beserta Tim KBMN PGRI, semoga ilmu yang diberikan kepada kita seluruh peserta KBMN PGRI yang ke-30  menjadi amal ibadah dan keberkahan dari Allah SWT. Aamin ya Robbal alamin. 

Yang menanam adalah yang pertama repot dan capek, tetapi akan menjadi yang pertama merasakan (Imam Robandi).
Salam Literasi

Balikpapan, 20 Oktober 2023
#kbmnpgri
#gelombangke-30
#IRo-Society
#IbaliaUmi-LINK
#ibaliaumilink.com
#perpusbabulilmi_mtsn1bpp
#babulilmi
#mtsn1balikpapan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI BUKU CATATAN HARIAN GURU BLOGGER MADRASAH PART 1 (Karya:Suharto/Cing Ato) Oleh: Umi Putri Ibalia. IRo-Society Kota Balikpapan

TRIK KREATIF MENULIS BUKU AJAR