MENULIS RESUME DAN PLAGIARISME
CHAPTER 3. MENULIS RESUME DAN PLAGIARISME
Umi Putri Ibalia
Pembelajar Kota Balikpapan.
20 Oktober 2023, suasana Kota Balikpapan mulai diguyur hujan. Alhamdulillah rahmat dari Allah SWT, seketika udara menjadi sejuk mengguyur Bumi Borneo. Tumbuhan dan ranting dedaunan seketika menyapa ramah mengucapkan terima kasih kepada sang khalik telah turun hujan lebat. Warga Kota Balikpapan pun sumringah tersenyum bahagia menyambut hujan yang telah membasahi Bumi Borneo. Membuka whatsapp grup KBMN PGRI gelombang ke-30, ada pemberitahuan bahwa hari Jumat malam, ada pertemuan ke-3 cara meresume materi yang benar agar terhindar dari Plagiarisme. Bersama narasumber hebat dan berpengalaman di dunia literasi menulis yaitu Ibu Raliyanti, S. Sos., S. Kom., M.Pd. dan didampingi moderator cantik dari Kota Malang Mbak Purbaniasita atau lebih akrab dipanggil dengan sebutan Chita. Sebagai seorang pembelajar dan penulis pemula saya pun ingin menahu paparan materi yang akan dijelaskan oleh Ibu Raliyanti. Para peserta KBMN PGRI gelombang ke-30 sangat antusias menyambut kehadiran Ibu Raliyanti. Keramahan dari Ibu Raliyanti, tentu menjadi injeksi spirit dan motivasi yang luar biasa kepada semua peserta di ruang grup WhatsApp. Semua peserta tumbuh rasa bahagia memperoleh ilmu secara gratis, tidak harus mengeluarkan biaya kecuali punya tekad, dan semangat ingin belajar, ingin banyak berlatih literasi menulis. Beliau salah satu Tim Solid dari Om Jay (TSO) yang sebelumnya juga merupakan peserta KBMN PGRI gelombang ke-20. Ibu Raliyanti sama dengan kami memiliki perasaan yang sama, rasa bahagia. Perbedaannya, jika kami mendapat kesempatan untuk belajar sementara Ibu Raliyanti berbahagia karena dapat berbagi ilmu kepada seluruh peserta dari Sabang sampai Merauke yang berasal dari beragam suku serta adat istiadat yang berbeda-beda, tetapi satu rumah dalam lingkungan sebagai seorang pendidik dan pengajar. Selain itu ada wujud keistiqomahan yaitu menyambung silaturahmi baik sesama muslim maupun non muslim yang ada di Indonesia. Di Tim Solid Om Jay, kita dapat menyaksikan bertemu dengan orang-orang hebat dan mempunyai ide-ide cemerlang serta mempunyai rasa keikhlasan dalam berbagi ilmu pengetahuan untuk mengembangkan wawasan intelektual. Luar biasa, sangat acung jempol. Terima kasih kepada semua Tim Solid Om Jay. Semoga menjadi ladang pahala ibadah yang tidak akan pernah habis seisi usia dunia dan meraih surga yang mulia disisi Allah SWT. Disampaikan oleh Ibu Raliyanti bahwa menulis resume dari materi yang disampaikan oleh setiap narasumber pada setiap kali pertemuan adalah salah satu syarat kelulusan mengikuti KBMN PGRI gelombang Ke-3. Uniknya pada kegiatan ini semua narasumber berkumpul dalam satu grup besar KBMN PGRI gelombang ke-30. Hebatnya lagi dalam grup ini para peserta dengan berlomba mengirimkan tulisan resume dari narasumber seperti anak panah melesat secepat kilat sudah selesai meresume. Berbeda dengan saya sebagai penulis pemula dan masih belajar lebih banyak menyimak dan memahami setiap kali ada postingan ilmu dari para Bapak Ibu Hebat narasumber. Sebelum pembelajaran dimulai para peserta wajib mengisi link Absen. Dari tiga kali pertemuan saya baru pertama ini mengisi absen, sementara pertemuan satu dan dua saya tidak menemukan ada absen kecuali link untuk mengirimkan tugas. Barangkali saya yang kurang teliti menyimak lebih detail informasi di grup. Uniknya mengikuti kegiatan ini, kita banyak memperoleh informasi di bidang pendidikan, yang saya tidak temukan informasi di sekolah. Barangkali karena saya berada di lingkungan Kementerian Agama pastinya informasi yang diperoleh berbeda-beda.
Teknik Menulis Resume
Disampaikan oleh Ibu Raliyanti bahwa teknik menulis resume, menuliskan kembali intisari dari informasi yang disampaikan tanpa mengurangi bagian penting dari teknik-teknik yang disampaikan. Tentunya dengan menggunakan gaya bahasa masing-masing. Di dalam resume harus memuat informasi, judul, nama narasumber, dan informasi singkat yang disampaikan narasumber. Pada saat menulis resume yang perlu diperhatikan adalah mengamati materi yang disampaikan oleh narasumber. Sebagai penulis harus punya ide kreatif dari mengamati, memodifikasi, agar dapat menghasilkan tulisan yang baik dengan kaidah kebahasaan yang baku. Satu hal yang sangat penting dipahami bahwa kita harus menghindari copy paste sebab akan dapat di label sebagai tulisan yang plagiarisme. Oleh karena itu penting sekali dalam mengembangkan tulisan kita cukup mengambil resume sekitar sepuluh persen dan selebihnya dapat kita kembangkan sendiri dengan gaya bahasa masing-masing. Dengan kita banyak latihan dan berlatih secara konsisten maka kita akan menemukan gaya penulisan yang unik dan menarik. Pastinya semua itu adalah melalui proses pembiasaan dan terus berlatih tanpa mengenal lelah. Saat menulis punya rasa kedamaian di hati, senang, gembira bahwa menulis itu merupakan sesuatu kesenangan, hobi, dan buat saya menjadi hiburan menarik di kala suntuk banyak pekerjaan agar dapat menyeimbangkan otak kiri dan kanan. Kembangkan materi yang disampaikan oleh narasumber sebelum memberikan kesimpulan dan kalimat penutup. Pada saat menulis resume gunakanlah kalimat paragraf pendek agar para pembaca tidak bosan dalam membaca tulisan yang kita resume dan lebih mudah menerima informasi yang disampaikan narasumber. Catatan penting sepuluh menit sebelum narasumber memberikan materi kita sudah siap untuk menyimak dengan serba siap perangkat yang kita butuhkan baik laptop, handphone, jaringan internet/wifi, buku, pulpen, dan menjaga kesehatan lebih utama. Lebih keren dan intelektual jika kita menyisipkan kutipan dari seorang yang hebat, “Bait ilmu yang dikemas dalam tulisan akan menciptakan taman pengetahuan yang paling menawan ( Maydearly)."
Ibu Raliyanti dengan penuh keluwesan menyampaikan kepada para peserta bahwa sebagai penulis pemula memang bukan hal mudah. Untuk menumbuhkan sikap percaya diri, kita harus punya mental yang kuat, percaya diri, tidak merasa malu menampilkan tulisan karya kita sendiri. Apa yang kita tulis belum tentu tidak baik menurut orang lain bahkan justru sangat luar biasa untuk mereka yang membaca tulisan kita. Kita siap untuk dikritik, dengan tulisan kita dikritik semakin bertambah cakrawala kita dalam berpikir dan menulis. Bangunlah rumah dengan berbagai variasi aplikasi di dunia digital baik berupa blog, kompasiana, melintas. id, website, youtube, dan sebagainya agar kita dapat beradaptasi, dan melakukan perubahan untuk terus bertumbuh dan berkembang lebih baik.
Karakter Tulisan
Ibu Raliyanti yang sangat piawai dan berprestasi dalam dunia pendidikan menyampaikan memang karakter menulis itu tidak lahir dan tumbuh begitu saja. Awal memang seorang penulis tidak menyadari karakter menulis itu seperti apa, tetapi seiring berjalannya waktu dan sering berlatih menulis serta sering banyak membaca karya orang lain maka akan menemukan bahwa penulis mengikuti gaya tulisan siapa yang ia sukai maka iya akan menirunya. Termasuk saya sendiri yang selama ini menjadi pembelajar di Kampus Merdeka IRo-Society, yamg selalu menyimak dan membaca tulisan sensei IRo dan para santri IRo-Society, tentunya saya mengikuti karakter beliau dan sahabat IRotizen. “Menumbuhkan jamur cukup diletakkan pada tempat yang lembab, maka jamur akan bertumbuh subur dengan sendirinya (Imam Robandi).”
Menghindari Plagiarisme
Menulis dan membuat judul tidak semudah membalik telapak tangan. Tulisan yang baik dan bagus pasti akan banyak penggemarnya dan akan dicari oleh sang pembaca. Dalam dunia fiksi pasti seorang pembaca akan mencari karya dari Asma Nadia, Tere Liye, Andrea Hirata, Storybox, Ryu, Soo-Hyung, dan lain sebagainya. Buku Populer dan Ilmiah karya dari Prof. Imam Robandi, Prof. Wibowo, Prof. Suhubdy, Prof. Agus Rubiyanto, Dr. Sri Aminah, Dr. Muhtadin, dan lain-lain. Demikian juga membuat judul harus menarik. sebelum melihat isi buku pasti seseorang akan terpikat terlebih dahulu dengan judul buku yang terpampang di media sosial, gramedia atau di toko-toko buku. Ibarat seorang manusia punya penampilan yang menarik pasti lebih indah dipandang mata dan membuat seseorang siapapun yang memandang menyukainya. Judul buku juga demikian akan membuat daya tarik dan memikat seseorang siapapun yang memandangnya. Ketika narasumber memberikan materi, apa yang kita kuasai tulislah dengan cermat apa yang kita pahami. Ibarat membeli satu buah durian ada kulit dan daging buah durian, tidak semuanya dimakan kecuali yang dimakan daging buah durian (Imam Robandi). Dalam ilmu pengetahuan tidak semua yang kita kuasai. Tulislah apa yang kita pahami. Hindarilah untuk sifat menunda yang terlalu banyak beralas. “Ide yang pada saat itu muncul tidak akan terulang kembali dengan waktu dan wujud yang sama dan untuk mengecek plagiarisme dapat dibuka pada aplikasi turnitin atau dapat di cek melalui link https://www plagiarismchecker.co/ (Raliyanti)”.
Menunda sering terasa Nikmat, meskipun menunda adalah sama dengan menggeser peluang sukses. Senang menunda hanya bersahabat dengan orang-orang yang sudah bosan dengan keberhasilan ( Imam Robandi).
Salam Literasi, 23 Oktober 2023
#kbmnpgrigelombangke-30
#IRo-Societ
#IRotizen
#IbaliaUmi-LINK
#ibaliaumilink.com
#perpustakaanbabulilmi
#mtsn1balikpapan.
Komentar
Posting Komentar